Oleh: ahmadharfa | Mei 2, 2010

kisah sang pecinta

Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…

Karya: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Oleh: ahmadharfa | Maret 14, 2010

5 LIMA ORANG PALING MISTERIUS

5. D. B. Cooper
D.B. Cooper alias Dan Cooper adalah nama samaran yang digunakan oleh seorang pembajak pesawat terkenal dan misterius yang pada 24 November 1971, setelah menerima uang tebusan sebesar $200,000, terjun dari bagian belakang pesawat Boeing 727 yang dibajaknya. Pada aksi pembajakannya, Cooper membawa sebuah tas berisi bom dan mengancam akan meledakkannya, bila ia tidak diberikan uang sejumlah $200,000 dan 2 set parasut.
Cooper tidak terlihat sejak saat itu dan tidak diketahui apakah dia berhasil selamat dari penerjunannya. Pada tahun 1980, seorang anak kecil berumur 8 tahun menemukan uang sebanyak $5,800 dollar dalam pecahan $20 di tepi sungai Columbia di Amerika Serikat. Kode seri uang yang ditemukan tersebut sama dengan uang yang diberikan pada Cooper sebagai uang tebusannya.
Pelarian Cooper dari bagian belakang pesawat dengan menggunakan parasut, menyebabkan airport-airport mulai menggunakan metal detector untuk mencegah hal yang sama terulang kembali.
4. Count of St. Germain
Count of St. Germain, yang diduga meninggal dunia pada 27 Februari 1784 adalah seorang bangsawan, petualang, peneliti amatir, pemain biola, komposer, dan seorang yang misterius. Dia juga menunjukkan beberapa keahlian yang berhubungan dengan ilmu kimia. Mitos, legenda dan spekulasi tentang St. Germain terus berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan berlanjut hingga saat ini. Di antaranya terdapat kepercayaan bahwa St. Germain adalah seorang yang immortal (hidup abadi), seorang ahli kimia yang mempunyai “Elixir of Life” (Cairan Keabadian), dan telah meramalkan terjadinya Revolusi Perancis.
Semenjak kematiannya, banyak organisasi Okultisme yang menjadikannya sebagai tokoh panutan yang dihormati, bahkan ada yang menyembah dirinya. Tidak sedikit pula yang mengaku-ngaku sebagai St. Germain atau merupakan jelmaan dari St. Germain.
3. Man In The Iron Mask
Bukan, kita tidak sedang membicarakan Leonardo Di Caprio atau film Man In The Iron Mask yang dimainkan olehnya. Ternyata film tersebut terinspirasi dari seorang tokoh misterius di Perancis.
Man In The Iron Mask (Meninggal November 1973) adalah tahanan yang dikurung di sejumlah penjara di Perancis (termasuk penjara legendaris, Bastille) pada masa pemerintahan Raja Louis XIV. Identitas pria ini tidak pernah diketahui karena tidak ada yang pernah melihat wajahnya yang disembunyikan dalam sebuah topeng kulit berwarna coklat. Sekarang kita tahu, bahwa sejak jaman dahulu, orang suka membesar-besarkan cerita karena pada kisah-kisah yang beredar, diceritakan bahwa topeng tersebut terbuat dari baja yang menjadi awal nama julukan yang diberikan kepadanya.
Menurut surat yang diberikan kepada kepala Penjara di Pignerol (Bénigne Dauvergne de Saint-Mars) tempat pertama pria tersebut dipenjarakan, nama pria tersebut adalah Eustache Dauger. Dalam surat itu juga diinstruksikan agar disiapkan sebuah sel yang dilapisi dengan beberapa pintu (untuk mencegah orang dari luar mendengar suara dari dalam sel). Selain itu, juga dikatakan bahwa bila pria tersebut berbicara kepada orang lain selain untuk hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya (contoh: “sipir.. saya mau be’ol..!!” =P ), dia akan dibunuh seketika. Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa identitas sebenarnya dari pria ini tapi ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Ia adalah saudara dari Louis XIV, Putra dari Raja Charles II, Diplomat dari Italia, dan lain-lain.
2. Gil Perez
Gil Perez adalah seorang tentara Spanyol yang secara tiba-tiba muncul di Meksiko pada 26 Oktober 1593. Ia mengenakan seragam penjaga Istana Del Gobernador di Filipina. Ia mengklaim bahwa ia sama sekali tidak mengetahui bagaimana caranya tiba-tiba dia berada di Meksiko (hmm… mungkin dia adalah Jumper yang pertama di dunia =P ). Ia mengatakan, sebelum tiba-tiba berada di Meksiko, ia sedang bertugas di Istana Del Gobernador dan mengatakan bahwa Gubernur Filipina saat itu, Don Gómez Pérez Dasmariñas baru saja dibunuh.
Dua bulan kemudian, sebuah kapal datang dari Filipina ke Meksiko membawa beberapa penumpang. Para penumpang tersebut membenarkan Cerita dari Gil Perez bahwa Gubernur Filipina memang baru saja terbunuh. Bahkan salah seorang penumpang. Salah seorang penumpang kapal bahkan menyatakan bahwa Ia mengenali Perez dan melihatnya di Filipina pada 23 Oktober (O_o). Setelah itu, Perez kemudian kembali ke Filipina dan melanjutkan hidupnya di sana sampai akhir hayatnya.
1. Green Children of Woolpit
Adalah dua orang anak yang secara misterius muncul di desa Woolpit di Suffolk, Inggris pada abad ke-12. Kedua anak tersebut bersaudara, dan mempunyai kulit yang berwarna hijau (Hulk ???). Selain kulitnya yang hijau, kedua anak tersebut mempunyai penampilan yang normal seperti manusia kebanyakan. Mereka berbicara dalam bahasa aneh yang tidak dikenali dan tidak mau makan apapun kecuali kacang polong.
Setelah lama kelamaan, kulit kedua anak tersebut kehilangan warna hijaunya dan menjadi warna normal seperti warna kulit manusia pada umumnya. Setelah mempelajari Bahasa Inggris, keduanya menjelaskan bahwa mereka berasal dari suatu desa bernama “St. Martin” yang merupakan tempat yang gelap karena matahari tidak bersinar di sana. Ketika sedang menggembala ternak milik ayah mereka, mereka menemukan sebuah sungai dari cahaya dan mengikutinya, sampai tiba-tiba mereka telah berada di Woolpit. Beberapa teori menyatakan bahwa kedua anak tersebut adalah anak dari dimensi lain, atau alien dari luar angkasa.

FROM : http://id.shvoong.com/exact-sciences/1896127-manusia-paling-misterius-di-bumi/

Oleh: ahmadharfa | Maret 14, 2010

« Kepada Pembaca » (Au Lecteur)

Kepada Pembaca Kedunguan, kesalahan, dosa dan kekikiran, Menghuni jiwa kita dan menggeluti raga kita, Dan menjadikannya santapan penyesalan halus kita, Seperti pengemis memberi makan kaum terhina mereka. Dosa-dosa kita pembandel, ketobatan kita pengecut ; Kita bayar sendiri dengan mahalnya pengakuan kita, Dan kita pulang dengan girang di lorong berlumpur Percaya dengan tangis pura-pura bisa menghapus dosa. Di telinga keburukan adalah Setan Trismegis Yang melobang lama lama jiwa senang kita, Dan logam adi kemauan kita Dan semua diuapkan oleh ahli kimia ini. Adalah iblis pemegang talikendali kita! Pada benda-benda menjijikkan kita temukan daya tarik ; Tiap hari tiap tapak kita turun ke Neraka, Tanpa takut melalui kegelapan bau busuk. Demikian serupa sorang miskin senggama dan makan Payudara korban dari pelacur tua, Kita mau sambil lalu kenikmatan selingkuh Yang kita peras sekeras-kerasnya bak jeruk rapuh. Berdesakan, berkerumunan, bak sejuta ulat-jahat, Dalam otak kita gentayangan gerombolan Iblis, Dan, saat kita menarik nafas, Kematian di ruang jantung, Turunlah, sungai siluman, dengan gerutu menulikan. Jika perkosaan, racun, belati, kebakaran, Belum lagi dihias oleh gambaran mereka yang menyenangkan Kain setramin biasa nasib kita yang menyedihkan Hal itu karena jiwa kita, aduhai! Tak cukup tangguh. Tetapi di antara para serigala, macan tutul, ajing buruan, Monyet, kalajengking, gagak, ular, Raksasa melengking-lengking, berteriak-teriak, merangkak, Dalam kandang memalukan sifat-sifat buruk kita, Ada satu yang lebih jelek, lebih jahat, lebih kejam-keji! Meski ia tak mendorong tindakan kasar pun tidak teriak keras, Ia hanya menjadikan tanah debu Dan dengan sekali penguapan kan menelan dunia ; Itulah Kejenuh-jengkelan! – mata menanggung tangisan terpaksa, Ia mimpikan panggung tiang-gantungan sembari hisap houka. Dikau mengenalnya, pembaca, raksasa peka ini, — Pembaca munafik, — se sama ku, — saudara ku!

BARIS baris kata puitis Charles Baudelaire « Kepada Pembaca »  (Au Lecteur)

Oleh: ahmadharfa | Februari 24, 2010

KEHENDAK MUTLAK TUHAN

KEKUASAAN DAN KEHENDAK MUTLAK TUHAN

PENDAHULUAN

Di dalam islam perdebatan menganai ayat-ayat Tuhan, rasanya sudah tidak aneh lagi.Perdebataan ini muncul sejak dahulu dan menjadi sesuatu yang sangat “magnetic” dalam wacana keilmuan Islam sendiri khususnya dalam keilmuan Tafsir. Dalam penafsiran yang dilakukan oleh aliran-aliran yang ada dalam islam terkadang tidak seamanya sepaham melainkan lebih banyak berselih entang meaknai ayat-ayat al-qura’an terutama ayat-ayat mutasyabih.

KEKUASAAN DAN KEHENDAK MUTLAK TUHAN

Tuhan sebagai pencipya alam semesta haruslah mengusai dan mengatur segala sesuatu yang ada, bahkan harusnya melebihi dari segala sesuatau yang ada. Kekuasaannya tidak terbatas dan luas. Sebab tidak ada satu eksistensi yang melampaui dari eksistensi Nya. Dia yang unik dan Esa, tidak ada yang menyamai keluasaan kuasaNya. Ini lah akana umum dalam memahami kekuasaaan dan kehendak tuhan.

Namun, pada kenyataan dalam sejarah perkembangan aliran di islam, terdapat berbagai konsep dan paradigma mengena pemaknaan kekuasaan dan kehendak tuhan. Ini didasarkan karena perdaan menganai kehendak bebas manusia dan sejauh mana kekutan manusia dalam menentkan hidupnnya, sehingga lahirlah berbagai konsep mengenai kehendak dan kekuasan Tuhan yang kahir menimbulkan perdebatan antar berbagi aliran, terutama aliran Mu’tazilah dan Ahl sunnah.

Aliran kalam rasional dalam hal ini mu’tazilah, yang sangat terkenal dengan pengangungan akal, bahwa manusia memiliki kehendak dan kekuasaan yang bebabs untuk menentukan hidupnya. Sedangkan pengertian dan pemakanaan kehendak dan kekuasaan Tuhan tidak lagi diberi artian yang tidak semutlak-mutlaknya, tetapi sudah terbatas,. Keteratasan tersebut terjadi karena janji-janji Tuhan sendiri kepada manusia.

Lebih jelas lagi mu’tazilah menyatakan, “ mu’tazilah mengatakan bahwa sebenarnya kekuasaan Tuhan itu tidak mutlak lagi. Ketidak mutlakan kekuasaan Tuhan itu disebabkan oleh kebebasaan yang diberikan Tuhan kepada manusia, keadilan Tuhan sendirii, adanya kewajiban kewajiban Tuhan terhadapa manusia serta adanya hokum alan ( sunnatulah ) yang menurut al-quran tidak pernah berubah”.1

Dalam hal ini Mu’tazilah mengunakan ayat 62 surat Al – Azhab Allah SWT berfirman;

             

Artinya ; “ Dan tidak engkau peroleh bagi sunnatullah (hukum alam ) itu berubah–rubah.( Al-Azhab 33 : 62 )

Karenanya, dalam pandangan mu’tazilah kekuasaan kehendak Tuhan berlaku dalam jalur hukum-hukum alam yang berada di alam semesta.Api tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali panas, begitu pula es tidak dapat menghasilkan apa-apa kecuali dingin.sunntulah tersebut tidak mengalami perubaha atas kehendak Tuhan itu sendiri, demikian merupakan batasan bagi kehendak dan kekuasaan Mutlak Tuhan.kebebasan manusia yang diberikan Tuhan baru bermakna kalau Tuhan membatasi kehenda dan kekusaan mutlaknya, demikian pula keadailan Tuhan. Dengan demikaian bila Tuhan melnggar sunatulah yang telah dibuatNya maka Tuhan telah bersifat tidak adil dan zalim.2

Sedangkan bagi ahl sunnah, bahwa manusia tidak mempunyai kehendak dan kebebasaan atas perbuatannya, kekuasaan Tuhan, harus berlaku semutlak-mutlaknya. Ahl sunnah berpendapat bahwa pandangan mu’tazilah tidaklah benar bahwa manusia bebeas sekendak hatinya alam menentukan perbuataannya. Ayat yang dijadikan sandaran Ahl sunnah untuk memperkuat rg ment diatas ialah Al-buruj ayat 16 ;

Artinya: “yang berbuat apa yang dikehendakiNya” ( al-buruj 85;16 ).

Ayat di atas dalam pemahaman ahl sunnah adalah sebagai bukt bahwa kehendak Tuhan itu benar-benar mutlak. Dan kehendak mutlak than musti berlaku jika kehndak dan kekuasaan Tuhan tidak berlaku maka Tuhan bersifat lalai dan lemah untuk melakukan kehendakNya itu. Menurut Ahl sunnah mausia berkehendak stelah Tuhan sendiri menghendaki agar manusia berkehendak.3

Begitulah perdebatan antar Mu’tazilah dan Ahl sunnah mengenai kehendak Tuhan, dengan menyajikan ayat Al-Quran yang dalam pemahanan mereka pemahan masing – masing itu dklaim memeiliki kebenaran danlam menginterpretasikan aa yang dimaksud kehendak Tuhan didalam Al-qur’an.

TUHAN BERSEMAYAM DIATAS ARSY’

Dalam perkembangan ilmu kalam dalam menafsirkan ayat-ayat yang bersifat menjasmanikan Tuhan selalu menjadi wacana yang menarik dan menjadi “buah perdebatan” yang “mengoyak akal” untuk terjerumus kedalamnya. Begitupun, dengan aliran – aliran islam mereka punya penafsiran yang berbeda meganai ayat-ayat tersebut.

Dalam hal ini, yaitu mnegenai Tuhan bersemayam diatas arsy’ sesuai yang ter maktub dam surat Thaha ayat 5 Allah Swt berfirman:

    

Artinya:” Allah yang Maha Pemurah bersemayam diatas Arsy’”

Mengenai ayat ini kaum salaf, mengatakan,

“……kita ikutilah sajalah mazhab salaf, ketika ditanya orang kepada imam Malik. Apakah artinya yang lebih dalam tentang Tuhan bersemayam diatas Arsy itu, beliau telah menjawab : “ artinya Arsy’ kita semua tahu, arti semayampun kita tahu. Bagaimana arsy’Nya dan bagai mana seayamNya tidaklah kita tahu. Bertanya tentang itupun Haram.””4

Dikarenakan kaum salaf menolak ta’wil, bahkan dalam kitab Dasar-dasar Akidah Para Imam Salaf ditulis jelas sebuah judul “Menolak Takwil.”

Dan salaf sangat mebenci praktik ta’wil yang menggunakan akal, karena takwil ini mengakibatkan kepada peniadaan (isi) nash dan kelancangan terhadap makna dengan menyusupkan ra’yu yang bertujuan merusak syari’ah, menyesatkan orang yang meyakininya dan merapuhkan akidah yang terhunjam kuat di dada serta mengeruhkan akidah yang terang. Takwil yang sahih menurut para salaf ialah yang sesuai dengan apa yang dimaksud oleh nash dan yang dibawa oleh Sunnah, sedang takwil lainnya rusak dan menyimpang.5seperti yang dilakukan oleh Mu’tazilah.

Sementara itu, mufassir Mu’tazilah Imam Zamakhsyari didalam tafsir Al-kasyaf, hamka menulis :

Tetapi patut juga kita ketahui penfsiran dari penafsir kalangan mu’tazilah, yaitu Jarrullah Al-Zamakhsyari. Dia menulis;” oleh karena bersemayam diatas arsy’, dan artinya arsy’ itu ialah singasana raja, yang kedudukannya itu tidak akan tercapai kalau tidak mempunyai kekeuasaan, maka dijadikanlah dia sebagai kinayah ( perumpamaan ) darikekuasaan mutlaq. Orang yang selalu mengatakan. “ si Anu bersemayam dinegeri Anu”, yang dimaksud ialah bahwa si Anu berkuasa disana, meskipun tidak selalu duduk disingasana itu””.6

Mu’tazilah beranggapan jika ayat atas tidak ditakwil maka akan terjadi tanzih. Apa yang dikatakan kaum salaf itu hanya terpaku pada makan dhohirnya saja. Memang arti bersemayam kita semua tahu seperti yang dikatakan salaf dan memeng diperlukan ta’wil dalam ayat diatas biar tidak terjadi tanzih. Dan berseayam seperti apalagi yang kita pahami memeng itulah makna semayam dan arsy’ .

Dengan ini jelas perbedaan diantara kedua aliran ini.

TENTANG MELIHAT TUHAN

Penolakan Mu’tazilah terhadap kebertubuhan Tuhan sekaligus menegaskan bahwa Tuhan adalah immateri. Karena itu, Tuhan tidak dapat dilihat, baik di dunia maupun di akhirat. Pandangan ini diperkuat dengan dalil al-Qur’an bahwa:

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia mencakup seluruh penglihatan, dan ialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. al-An’am[6]: 103)

Dari ayat di atas, kalangan Mu’tazilah berargumentasi bahwa sesuatu yang bisa dilihat adalah yang bisa dicapai oleh penglihatan, sementara dalam ayat ini secara tegas Allah menafikan kemampuan indera penglihatan pada Diri-Nya (la tudrakuhu al-abshar). Kelompok Mu’tazilah selanjutnya menolak penafsiran kata nazhirah yang terdapat dalam  QS. Al-Qiyamah (75): 22-3 dengan arti ru’yah (melihat), melainkan mengartikannya dengan al-intizhar (menanti), yaitu menanti datangnya pahala dari Tuhan.

Sebaliknya, seiring dengan pandangan Asy’ariyah bahwa Tuhan memiliki sifat kebertubuhan, maka itu berarti Tuhan adalah zat yang dapat dilihat oleh manusia, tetapi Tuhan baru bisa dilihat pada kehidupan akhirat nanti. Hal ini diperkuat oleh dalil al-Qur’an:

“Pada hari kiamat itu, (ada) wajah-wajah (yang) berseri-seri. (Yaitu wajah-wajah yang) melihat kepada Tuhannya”. (Q.S. al-Qiyamah/75: 22-23)

Tentang ayat Q.S. al-An’am[6]: 103 yang menisyaratkan bahwa Tuhan tidak terjangkau oleh penglihatan, bukan berarti “Tuhan tidak dapat dilihat” tetapi menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan pada penglihatannya untuk dapat melihat Tuhan. Karena itu, Tuhan baru bisa dilihat di akhirat nanti ketika batasan-batasan keduniawian manusia itu telah hilang.7

KESIMPULAN

Tidak bisa kita pungkiri inilah realita perkembangan penafsiran. Banyak lagi ayat yang menjadi perdebatan antar aliran dalam islam tapi jangan sampai itu menjadi perpecahan internal dan saling membenci antar umat islam sendiri. Jika memang ada aspek positive dari pemikiran – pemikiran yang berada dijalur ke-sekte-an kita kenapa kita harus menolaknnya. Perlu jiwa besar dan kebijaksanaan serta ilmu untuk menerima sebuah kebenaran.walluhu a’lam.

mohon bimbingannya.newbie.

1 Yunan Yusuf, Corak Pemikiran Kalam Tafsir Al-Azhar, Pustaka Panjimas : Jakarta, 1990, hal. 74.

2 Ibid, hal. 75.

3 Ibid, hal 78.

4 Ibid , hal. 160.

5 Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki, Dasar-Dasar Aqidah Para Imam Salaf, 1416H, hal. 165-166

6 corak pemikiran kalam, hal 161.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.